Jumat, 12 Maret 2021

Keseimbangan Akil dan Baligh

 Di suatu siang, saat itu saya, suami dan kedua anak sedang parkir di depan sebuah restoran cepat saji. Hany suami yang turu untuk membeli makanan untuk dibawa pulang. Dari kaca mobil saya mengamati banyak sekali anak remaja seusia SD dan SMP berkeliaran dan bergerombol berkelompok. 

.

Saya lihat di sudut parkiran 5 orang remaja putri, 3 orang duduk di pembatas parkir, 2 oraang lainya berjoget di salah satu aplikasi yang sedang viral. Mereka berlenggok-lenggok di keramian, lalu tertawa. Astagfirullah langsung saya melirik Husna yang sedang tertidur, beginikah gambaran remaja perempuan di luar.

.

Lalu segerombolan 3 remaja putri dan 3 remaja putra, terlihat sepertinya mereka berpasangan karena masing-masing berjalan berduaan. Datang dari arah gerbang masuk sambil tertawa-tertawa, beberapa remaja lelaki memegang puntung rokok. 

.

Saat jalan pulang saya kembali melihat para remaja itu duduk-duduk di emperan tokok, sebagian besar gaya rambut mereka sama baik lelaki atau perempuan yaitu berwarna pirang hanya di bagian depan saja. Gaya berpakaian pun hampir sama, dan para remaja lelaki itu banyak yang memegang puntung rokok.

.

Lalu saya mengeluhkan apa yang saya lihat pada suami. Tantangan di depan mata, adanya pandemi dann membuat para remaja ini "longgar" karena tidak sekolah offline sehingga banyak waktu kosong mereka yang sia-sia. Bingung bagaimana dan apa yang bisa kami lakukan. Inilah realita di Indonesia dimana akil dan baligh terkadang belum dianggap sesuatu yang harus diperhatikan para orang tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hari ke-10: Husna Sang Story Teller become a presenter

Hari ini Bapak Azhari datang karena waktunya off kerja dan akan mejemput kami untuk pindah ke Bandar Lampung. Husna sejak lama ingin sekali ...