Pencarian jejak kedua kali ini sangat bernutrisi tinggi. Sekumpulan teori dipadu pengalaman yang luar biasa dari Mba Mumun (Former Leader SCIP Nasional ) membuat malam api unggun menjadi bersemangat.
.
Kami belajar apa itu empati lalu bagaimana bisa menghubungkannya dengan isu sekitar, rasional, dan aksi nyata., karena semua inovasi berawal dari empati
.
Setelah mengisi jejak #1 dan jujur kepada diri sendiri lalu menumbuhkan empati pada pekan ini, maka ada 3 isu yang terjadi dan saya rasakan di sekeliling saya, diantaranya:
1. Banyak para orang tua yang kesulitan akses internet, baik karena keterbatasan Sumber Daya maupun kurangnya pengetahuan dan keterampilan. (Hasil pengamata saya kepada saudara di rumah yang memiliki anak SD namun kesulitan menemani anaknya sekolah daring).
2. Para anak cenderung memilih gadget dibandingkan buku (pengamatan kepada anak usia SD yang ada di sekitar rumah). Juga saat mengerjakan ekerjaan rumah, saat diberikan materi dan soal yang harus dibaca sendiri, timbul malas membaca.
3. Jarang sekali ditemukan vndor sewa pkaian muslimah pengantin syari. Dakwah pakaian syari untuk baju sehri-hari mungkin sudah banyak, namun khusus pakaian pengantin sangat jarang, apalagi di Tasikmalaya.
.
Lalu dengan potensi dan kelebihan yang saya miliki dan senjata penemuan solusi melalui pertanyaan Mengapa dan Mengapa Tidak maka saya rumuskan beberapa kegiatan:
1. Sosialisasi dan pelatihan kepada para ibu tentang teknologi
2. Membumikan cinta baca melalui komunitas Read Aloud Tasikmalaya
3. Membuat brand pakaian pengantin syari yang mengutamakan dakwah.
.
Semoga Allah ta'ala senantiasa mengiringi perjalanan kegiatan baik para petualang potensidiri semua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar