Saat pertama mendapatkan berita tentang kelas A home team, mata saya langsung berbinar. Meminta izin ke suami juga dengan bersemangat, alhamdulillah suami mengizinkan. Masuk ke misi 1 yang materinya disampaikan dengan sangat baik oleh Pak Dodik Mariyanto membuat saya merasa harus banyak evaluasi diri dan keluarga. Ternyata memang tidak mudah untuk menuju "A".
.
Layaknya sebuah tingkatan nilai, grade "A" merupakan terbaik, unggul dan teratas, tentu untuk mencapainya pun tidak mudah.
Lalu kami para peserta diminta untuk melihat, mengamati, merasakan, dan menilai sejauh mana atau dimanakah letak nilai keluarga kami. Saat materi kami menggunakan istilah pasar untuk menggambarkan kerumunan, sesuatu yang tidak terstruktur, tidak ada tujuan sama dan tidak ada continous improvement. Sedangkan perumpamaan lainya adalah Tim Sepak Bola yang menggambarkan sebuat tim yang memiliki tujuan sama, strategi, leader yang bertanggung jawab, peran jelas, monitoring evaluasi dan training & development.
.
Dari skala 5 menuju nilai sempurna di 5, saya menili keluarga saya saat ini ada di nilai 2. Secara umum di keluarga kita sudah jelas visi misi dan peran masing-masing. Tapi konsistensi dan alur moniroing serta evaluasi belum berjalan. Banyak tantangan yang masih kami hadapi, salah satunya adalah LDM per 2 pekan yang terkadang membuat kita terlena jika saat suami off kerja 2 pekan kami hanya menghabiskan untuk family time yang tidak terukur. Memang kami bermain, berkegiatan bersama namun belum ada prioritas waktu untuk melaksanakan evaluasi terhadap peran dan strategi keluarga.
Berikut rincian penilaian Home Team"
1. TUJUAN : keluarga kami telah merumuskan Visi, misi dan tujuan keluarga. Namun masih belum ada evaluasi atau forum diskusi yang khusus untuk membahas apkah selama ini kita masih on track.
2. STRATEGI : strategi pencapaian tujuan keluarga masing belum dituangkan ke dalam suatu hasil diskusi, selama ini hanya melalui diskusi spontan
3. LEADERSHIP & Peran: Sebagai suami dan istri telah jelas dan menjalankan peran masing-masing dengan baik. Sang suami pun sangat baik menjadi pemimpin. Namun tantangan kami adalah belum melibatkan peran kedua anak kami untuk mwncapai tujuan bersama
4. KOMUNIKASI : Komunikasi yang terjalin antaranggota keluarga berjalan dengan sangat baik
5. MONITORING DAN EVALUASI: poin ini yang kami rasa di keluarga kami sangat kurang. Diskusi spontan sering kami lakukan namun belum terjadwal dan tersistemasi dengan baik
6. TRAINING & DEVELOPMENT: Dengan mengetahui peran dan visi keluarga, suami sebagai leader sangat mendukung pengembangan poteni diri istri dan anak-anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar